Archive for Agustus, 2012

Kata BJ Habibie Pesawat N250 Masih Terbaik

Jakarta (SI ONLINE) – Mantan Presiden RI Bacharudin Jusuf Habibie atau yang akrab dipanggil BJ Habibie mengatakan pesawat N250 yang proyeknya sempat terhenti di tengah jalan merupakan salah satu pesawat terbaik.

N250 is still the best,” kata Habibie di sela-sela Open House menyambut Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah di kediamannya di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta, seperti dirilis ANTARA News, Senin (20/8/2012).

Habibie mengatakan pesawat tersebut akan dapat terbang dalam lima tahun ke depan dengan perubahan rancangan pesawat yang serba digital. “Kami akan redesign (desain ulang) pesawat, salah satunya mesin. Ini perlu karena ada gap teknologi kurang lebih 20 tahunan,” ujar pemilik 46 paten di bidang Aeroneutika itu.

Pada Sabtu lalu (11/8/12) dilakukan penandatanganan proyek pengembalian dan penyelesaian kembali pesawat N250 yang sempat terhenti.

Habibie mendirikan PT Regio Aviasi Industri (RAI). PT tersebut didirikan dua perusahaan swasta, PT Ilhabi milik putra sulungnya, Ilham Akbar Habibie, yang memegang saham 51 persen dan PT Eagle Capital milik Erry Firmansyah yang memegang saham 49 persen. Di perusahaan tersebut Habibie menjadi Ketua Dewan Komisaris.

Pesawat N250 pada 17 tahun lalu sempat direncanakan untuk mendapatkan sertifikat Federal Aviation Administration (FAA) pada tahun 2000, namun kemudian terhenti. Habibie mengatakan berencana mendapatkan sertifikat tersebut dalam lima tahun mendatang.

Red: shodiq ramadhan

Iklan

Hadits Mutawatir Dan Hadits Ahad

ImageDitinjau dari segi rawi (perawi atau orang yang meriwayatkan),, hadits dibagi dalam dua bentuk besar. Bentuk pertama terbagi atas hadits mutawatir dan hadits ahad. Bentuk kedua terbagi atas mutawatir, ahad, dan masyhur. Konon bentuk pertama yang lebih praktis. Mengapa? Karena hadits masyhur itu sudah tercakup dalam hadits ahad yang terbagi atas masyhur, ’aziz, dan ghorib.

Hadits Mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah orang dalam setiap sanadnya dan mustahil para perawinya itu sepakat berdusta. Sebab hadits itu diriwayatkan oleh banyak orang dan disampaikan kepada banyak orang. Oleh karena itu diyakini kebenarannya.

Dalam hal keotentikannya, hadits mutawatir sama dengan al-Qur’an, karena keduanya merupakan sesuatu yang pasti adanya (qoth’i al-wurud). Itulah sebabnya para ’ulama sepakat bahwa hadits mutawatir wajib diamalkan. Berikut salah satu contoh hadits mutawatir itu: Muhammad Rosulullah saw. bersabda, “Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempat (kembali)nya dalam neraka.” (HR. Bukhori, Muslim, Darimi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, Thobroni, dan Hakim)

Hadits mutawatir terbagi dua:

  • mutawatir lafzi, yakni perkataan Nabi Muhammad saw., dan
  • mutawatir ’’amali, yakni perbuatan nabi Muhammad saw.

 

Hadits Ahad, yaitu hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir. Mengenai hadits ahad ini, para imarn mazhab berbeda pendapat. Menurut Imam Hanafi (Abu Hanifah), jika rawinya orang-orang yang adil maka hanya dapat dijadikan hujjah pada bidang amaliyah. Bukan pada bidang aqidah dan ilmiah. Imam Malik berpendapat hadits ini dapat dipakai menetapkan hukum- hukum yang tidak dijumpai dalam al-Qur’an dan harus didahulukan dari qiyas zhonni (tidak pasti)

Imam Syafi’i menegaskan, hadits ini dapat dijadikan hujjah jika rawinya memenuhi empat syarat, yaitu:

  1. berakal;
  2. dhobit (yakni memiliki ingatan dan hafalan yang sempurna c-s serta mampu menyampaikan hafalan itu kapan saja dikehendaki); dan
  3. mendengar langsung dari Nabi Muhammad saw. dan tidak menyalahi pendapat ’ulama hadits.

Hadits Masyhur yaitu hadits yang diriwayatkan oleh tiga rawi atau lebih dengan sanad yang berbeda. Contohnya, Muhammad Rosulullah saw. bersabda, “Orang Islam adalah orang yang tidak mengganggu orang Islam lainnya baik dengan lidah maupun dengan tangannya.” (HR. Bukhori, Muslim, Tirmidzi)

Sanad Bukhori, yaitu Bukhori (menerima) dari Adam, dari Syu’bah, dari Abdullah bin Abu Safar, dari Asy-Sya’bi, dari Abdullah bin Amir, dari Nabi Muhammad saw.

Sanad Muslim, yaitu Muslim (mendengar) dari Sa’id, dari Yahya, dari Abu Burdah, dari Abu Musa, dari Nabi Muhammad saw.

Sanad Tirmidzi, yaitu Tirmidzi (mendengar) dari Qutaidah, dari al-Lais, dari al-Qo’qo, dari Abu Salih, dari Abu Huroiroh, dari Nabi Muhammad saw.

Hadits Aziz adalah hadits yang diriwayatkan oleh dua orang perawi, walaupun setelah itu diriwayatkan oleh sejumlah rawi.

Hadits Ghorib adalah hadits yang dalam sanadnya hanya ada satu orang rawi, dimanapun sanad itu terjadi.